• Banyak alasan untuk percaya masa depan akan lebih baik. Fight!

    The Capability Maturity Model


    Capability Maturity Model adalah sebuah model yang dikembangkan oleh Software Engineering Institute atas permintaan Departement of Defense(DOD) Amerika Serikat dengan tujuan membuat ujian saringan masuk bagi kontraktor yang mendaftarkan diri untuk menjadi konsultan DOD.

    Capability diterjemahkan menjadi kapabilitas yang berarti kemampuan yang bersifat laten. Capability lebih mengarah kepada integritas daripada kapabilitas itu sendiri. Definisi integritas adalah kemampuan untuk menepati janji. Maturity berarti matang atau dewasa. Matang merupakan hasil proses. Dewasa merupakan hasil pertumbuhan. Model didefinisikan sebagai suatu penyederhanaan yang representatif terhadap keadaan di dunia nyata.

    Jadi secara keseluruhan CMM dapat didefinisikan sebagai berikut : CMM adalah sebuah penyederhanaan yang representatif yang digunakan untuk mengukur tingkat kematangan sebuah software development house dalam menyajikan/membuat/mengembangkan perangkat lunak sebagaimana telah dijanjikan secara tertulis dalam perjanjian kerja sama. Capability Maturity Model (CMM) juga dapat didefinisikan sebagai suatu kerangka untuk menaksir level kedewasaan (maturity) dari pengembangan sistem informasi dari suatu organisasi serta manajemen proses dan produk. CMM terdiri dari 5 maturity level, antara lain :

    * Level 1 – Initial : Level ini hiasa disebut anarchy atau chaos. Pada pengembangan sistem ini masing – masing developer menggunakan peralatan dan metode sendiri. Berhasil atau tidaknya tergantung dari project teamnya. Project ini seringkali menemukan saat – saat krisis, kadang kelebihan budget dan di belakang rencana. Dokumen sering tersebar dan tidak konsisten dari satu project ke project lainnya. Level initial bercirikan sebagai berikut :
    • Tidak adanya manajemen proyek
    • Tidak adanya quality assurance
    • Tidak adanya mekanisme manajemen perubahan (change management)
    • Tidak ada dokumentasi
    • Adanya seorang guru/dewa yang tahu segalanya tentang perangkat lunak yang dikembangkan.
    • Sangat bergantung pada kemampuan individual

    * Level 2 – Repeatable : Proses project management dan prakteknya telah membuat aturan tentang biaya projectnya, schedule, dan funsionalitasnya. Fokusnya adalah pada project management bukan pada pengembangan sistem. Proses pengembangan sistem selalu diikuti, tetapi akan berubah dari project ke project. Sebuah konsep upaya dibuat untuk mengulang kesuksesan project dengan lebih cepat. Level Repeatable bercirikan sebagai berikut :
    • Kualitas perangkat lunak mulai bergantung pada proses bukan pada orang
    • Ada manajemen proyek sederhana
    • Ada quality assurance sederhana
    • Ada dokumentasi sederhana
    • Ada software configuration managemen sederhana
    • Tidak adanya knowledge managemen
    • Tidak ada komitment untuk selalu mengikuti SDLC dalam kondisi apapun
    • Tidak ada statiskal control untuk estimasi proyek
    • Rentan terhadap perubahan struktur organisasi.

    * Level 3 – Defined : Standard proses pengembangan sistem telah dibeli dan dikembangkan dan ini telah digabungkan seluruhnya dengan unit sistem informasi dari organisasi. Dari hasil penggunaan proses standard, masing – masing project akan mendapatkan hasil yang konsisten dan dokumentasi dengan kualitas yang baik dan dapat dikirim. Proses akan bersifat stabil, terprediksi, dan dapat diulang. Level Defined bercirikan :
    • SDLC sudah dibuat dan dibakukan
    • Ada komitmen untuk mengikuti SDLC dalam keadaan apapun
    • Kualitas proses dan produk masih bersifat kwalitatif bukan kualitatif (tidak terukur hanya kira-kira saja)
    • Tidak menerapkan Activity Based Costing
    • Tidak ada mekanisme umpan balik yang baku

    * Level 4 – Managed : Tujuan yang terukur untuk kualitas dan produktivitas telah dibentuk. Perhitungan yang rinci dari standard proses pengembangan sistem dan kualitas produk secara rutin akan dikumpulkan dan disimpan dalam database. Terdapat suatu usaha untuk mengembangkan individual project management yang didasari dari data yang telah terkumpul. Level Managed bercirikan :
    • Sudah adanya Activity Based Costing dan dan digunakan untuk estimasi untuk proyek berikutnya
    • Proses penilaian kualitas perangkat lunak dan proyek bersifat kuantitatif.
    • Terjadi pemborosan biaya untuk pengumpulan data karena proses pengumpulan data masih dilakukan secara manual
    • Cenderung bias. Ingat efect thorne, manusia ketika diperhatikan maka prilakunya cenderung berubah.
    • Tidak adanya mekanisme pencegahan defect
    • Ada mekanisme umpan balik

    * Level 5 – Optimized : Proses pengembangan sistem yang distandardisasi akan terus dimonitor dan dikembangkan yang didasari dari perhitungan dan analisis data yang dibentuk pada level 4. Ini dapat termasuk perubahan teknologi dan praktek – praktek terbaik yang digunakan untuk menunjukkan aktivitas yang diperlukan pada standard proses pengembangan sistem . Level Optimized bercirikan :
    • Pengumpulan data secara automatis
    • Adanya mekanisme pencegahan defect
    • Adanya mekanisme umpan balik yang sangat baik
    • Adanya peningkatan kualitas dari SDM dan peningkatan kualitas proses.

    1 comments:

    1. The center piece of this wheel train connecting the two replica watches sale is an intermediate wheel that is directly driven by the barrel, hence relieving the timekeeping mechanism from extensive strain and loss of torque every time the replica watches sale is started. An absolutely clear understanding of the replica watches and hows that this movement has in store for them. In fact, even after extensively researching this movement. Most important though, after all is said and done, replica watches uk is all this positively mind numbing complexity that causes so many of us to enjoy and appreciate the works of today hublot replica sale geniuses. Like the ordinary watch wearer who picks a rolex watches store for its more complex looks, we too need to be given the option of rolex replica sale store so beautifully over engineered that it exceeds our most daring dreams.

      ReplyDelete

    Salam blogger...

     

    Blog Status

    Free Hit Counter
    HTML Counter
    free counters

    Followers