• Banyak alasan untuk percaya masa depan akan lebih baik. Fight!

    [Weekend Trip] Gunung Papandayan, Perjalanan Malam Menuju Garut


    Weekend di akhir Februari yang lalu, Gw berkesempatan buat ngejajal salah satu gunung di kota Garut, yap Gunung Papandayan. Sebenernya Papandayan ini bukan gunung satu-satunya di Garut, masih ada gunung lain yaitu gunung Guntur, gunung Cikuray, dan gunung-gunung lainnya. Tapi berhubung diajaknya ke Papandayan, yasudah hajar aja deh, walau sempet ragu juga sih karena udah lama gak jalan yang jauh dan menanjak. Tapi setelah googling sana sini tentang Papandayan ini, gw akhirnya yakin ikut, katanya sih Papandayan ini cocok buat pendaki pemula karena rutenya yang cenderung tidak terlalu terjal dan ekstrem, gw sih berdoa aja semoga bener adanya. Oya, tinggi Papandayan ini 2655 meter di atas permukaan laut, lumayan tinggi lah ya.

    Papandayan dikejauhan
    Sesuai judul, weekend trip, perjalanan ini diawali pada Jumat malam. Start dari Tanjung Priuk dengan skuad gw, Bagus, Mas Daru, dan Bang Hasran sang pendaki pro temen mas Daru. Terminal Kampung Rambutan jadi meeting point gw dan rekan sama rombongan lain yang sejujurnya gw gak tau bakal ada siapa aja, haha. Sesampainya di Kampung Rambutan, kita sudah ditunggu Bang Nanda sang pendaki pro temen Bang Hasran dan AW sang cewe satu-satunya dirombongan kita. Ga nunggu berapa lama, datanglah mas Lingga temen si Bagus. Lengkaplah sudah skuad naik Papandayan kali ini yang berjudul 'camping ceria'. Ayey \m/

    Berhubung posisi udah malem, sekitar jam 10, tidak banyak PO bus yang bisa kita pilih. Kalo kelamaan nunggu bisa-bisa kelewatan bus terakhir tujuan Garut. Akhirnya dengan senang hati kita sepakat naik bus bernama 'Sony Prima' dengan tiket Rp 35.000. Yeah terdengar seperti nama orang yah PO busnya, tapi apapun lah yang penting bisa sampe Garut.

    kurang lebih beginilah busnya. thanks to photographer and uploader 
    Berangkatlah kita dari terminal Kampung Rambutan, bus hanya berisi rombongan kita dan beberapa orang saja. Senangnya hati gw, itu berarti gw bisa tiduran sambil salto di bus AC Ekonomi yang komposisi tempat duduknya 2-3 ini. Baru jalan lima menit, bus pun terhenti di depan terminal, tau ngapain? yak 'ngetem' bro. Yah inilah yang ga gw suka dari bus ekonomi, tapi untungnya trip kali ini adalah trip santai, jadi ya enjoy the show aja lah. Saran gw, kalo emang mau naik bus terus jadwal trip yang padat, sediakanlah waktu tambahan biar trip kita gak berantakan. Terus satu lagi, di bus ini banyak pedagang asongan yang tiba-tiba naroh barang dagangannya diatas pangkuan kita, mau pura-pura tidur juga tetep ditaroh loh, tetep ramah dan waspada kalo ga berminat sama barang dagangannya ya dibalikin lagi aja.

    5 menit, 10 menit, tetep ngetem, cuma beberapa orang saja yang naik. 15 menit, kayanya itu supir bus juga bete juga, akhirnya berangkatlah kita. 10 menit jalan, dan 'ngetem' lagi bro. Kali ini di Pasar Rebo bawah fly over jalan Raya Bogor agak kesonoan dikit, cmiiw. Lumayan banyak yang naik nih disini, sampe gw harus benerin posisi duduk gw yang tadi makan dua lapak sekaligus. 3/4 kapasitas tempat duduk bus sudah terisi, 10 menit cabut lah itu bus dari tempat 'ngetem' kedua. Alih-alih masuk tol, bus ini malah puter balik lagi ke terminal Kampung Rambutan. Sepertinya si supir ketinggalan sisirnya di toilet terminal atau gimana, gw juga ga ngerti, sebagai penumpang gw cuma bisa pasrah menerima ini semua.

    10 menit ngetem lagi di depan terminal Kampung Rambutan, jalan, ngetem lagi di Pasar Rebo dan full sudah tempat duduk bus ini yang artinya perjalanan menuju Garut seharusnya sudah bisa dimulai. Kesan pertama yang gw dapet dari fullnya bis ini adalah sempit bro. Gw dengan kaki yang panjang harus pinter memposisikan kaki gw di antara bangku gw dan bangku depan, part paling nyiksa di trip ini ya ini nih, 'naik bus ekonomi'. Saran gw, buat yang kakinya panjang duduklah dipinggir jalan tengah antar kursi, biar satu kaki bisa selonjoran dikit.

    Sekitar jam 11, bus baru masuk tol yang artinya hampir satu jam kita diputer-puterin sekitar terminal Kampung Rambutan, mantap!
    Rasanya ga perlu cerita apa yang terjadi dalam bus, skip skip, soalnya gw juga tidur jadi gak tau apa-apa :))

    Sekitar jam setengah 5, kita sampai di terminal Guntur Garut. Udara pagi nan segar menyambut kita, bener-bener jauh berbeda dari udara yang sehari-hari gw hirup di Jakarta. Tidak lupa kita pun di sambut supir angkot yang menawari kita buat jalan ke check point selanjutnya menuju gunung Papandayan. Berhubung trip kali ini berjudul 'camping ceria' dan kita mau santai plus ga mau sama ama rombongan lain, kita memutuskan buat leha leha dulu di terminal, kebetulan di seberang terminal ini terdapat mesjid. Jadilah kita stay disana sambil sholat dan beristirahat melepas lelah efek bus 'Sonny Prima' hingga matahari menampakkan diri.

    bersambung ...

    kelanjutannya disini bro.



    2 comments:

    1. AW sang cewe satu satunya ya.. hmm.. seharusnya, sebenernya dia bisa aja loh bukan jadi cewe satu satunya.. :| *masih dendam. hahaha...

      ReplyDelete

    Salam blogger...

     

    Blog Status

    Free Hit Counter
    HTML Counter
    free counters

    Followers